Sejarah kehidupan merupakan berkah bagi manusia akan rahmat sang pencipta. Dari perspektif batiniah, di balik atau di bawah setiap perubahan mikro dan makro-kosmos, Energi Ilahi selalu terlibat dan melibatkan diri . Evolusi alam raya dituntun oleh Energi Ilahi ini melalui jutaan langkah ke tingkatan yang selalu lebih tinggi. Suatu keadaan, suatu bentuk, suatu kondisi tertentu, bila sudah tidak lagi bisa menampung energi kehidupan yang dikandungnya akan menghancurkan dirinya sendiri untuk membentuk suatu bentuk, keadaan, kondisi baru yang lebih mampu menampung, lebih mengekspresikan energi kehidupan yang dikandungnya pada tingkat yang lebih tinggi. Selalu terjadi evolusi ke arah yang ‘lebih’ walaupun tidak selalu enak dan masuk ‘akal’, misalnya perang, wabah, bencana alam dsb-nya. Konstruksi dan destruksi, hidup dan mati adalah dua sisi dari satu kehidupan yang sama, karena Yang Ilahi itu meluruskan penyimpangan dan dosa manusia. Ia menuntut tangungjawab manusia dan konsekuensi-konsekuensi pilihannya. Misalnya banjir yang melanda bangsa Indonesia bukanlah suatu hukuman Tuhan terhadap manusia. Namun sekedar ayat yang turun kepada kita untuk merubah cara pandang hidup, perilaku kita terhadap alam raya ini. Sudah banyak dosa yang kita himpun setiap saat sehingga tuhan meluruskan gerak baik batin maupun fisik kita…..agar kita kembali kejalan yang lurus……….bukan kembali ke ‘neraka’ . Inilah jawaban dari doa kita ” …ihdinassirotolmustakim…”tunjukkanlah kami pada jalan yang lurus…Cara pandang yang membentuk perilaku konstruktif, harmonis, komunikatif terhadap manusia dan alam raya ini….amin
Bencana alam
04
dooor
Senapan itu selalu meletus dalam hitungan ke-3……
1…2…3…dooor…
tak ada kompromi
begitu cepat membungkam suara burung-burung gereja yang lagi menghimpun beberapa padi di dalam temboloknya……
1…2….3….terkulai……..
4….5….6…..terus lahir
diantara boneka – boneka padi
yang diam tak bergerak….terpaku…
sesekali bergoyang tertiup angin………..
dan tetap saja diam tak bergerak………
dalam keangkuhannya…..
02012009
03
½ tiang
Sang jelata yang tak pernah terhargai
Terhempas dari sudut kerakusan
Terinjak oleh sepatu yang ber Hak tinggi
Yang seakan selalu dimuliakan dengan angka dua setengah persen
Yang terbincangkan dalam program-program bekedok kemuliaan
Disingkirkan dari tata pandang keindahan dan kenyamaanan
Dan mati menjadi agenda sejarah dari sebuah tragedi
Ngawi,24 des ’08
02
Tanpa
Tanda Tanya
Buat apa dik minta uang…..
makan om….
belum makan ya….
sudah…hayo buat apa…..
tidak buat apa-apa om….
yang bener….
kelas berapa…..
tidak sekolah om…..
bapak mu dimana…..
jualan om….
jualan dimana ….
di mriem…
trus yang lain ini siapa….
ini adik saya….
trus yang ini…
anu…om…anu….
sudah sekolah…..
kelas 3,…
ha hayoo yang paling kecil kelas berapa…..
dia adik saya belom sekolah……hi..hi…hi…
pantesan giginya giges ..banyak makan permen ya…
hi…hi…hi..
oh ya buat apa minta uang….
eeee….anu…anu…
…………………..
…
Buat membuka mata om lebar…lebar!!!!
Ngawi, 22 Desember 2008?
21.01 PM
01
Mau kemana……………?
Kantor, pasar, ketrotoar, masjid, sekolahan, Bank,
tak ada waktu ….cepat matahari sudah mulai naik,
keterminal, ngiseng, tennis, kerja!kerja!, gereja,
warung kopi, rapat, pengajian, persidangan, pegadaiaan,
pacaran, nonton film, penggusuran, ada pembunuhan,
mengelilingi perkotaan, perpustakaan, mengencangkan paha,
ha…ha…ha, konser, awas disana ada tai kucing,
cepat…..hampir sudah tiga setengah abad, menyusun undang-undang,
demonstrasi, kereta itu melaju kencang, ………………………………………
Heey…..Mau kemana kaliaan?……….?
201208
Salam
Atas berkah dan Rahmat Tuhan yang
Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Salam sang tanah
Salam sang api
Salam sang air
Salam sang angin
Salam sang surya
Salam para binatang
Salam para tumbuhan
Salam jagad raya
Salam para makhluk di timur, di barat,
di utara, di selatan,
Yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan
Yang diberi kelimpahan
Oleh Roh Yang Mahatinggi
Tuhan kita
Dampingilah dalam perziarahan hidup ini
Asaalamualaikum
Warrohmatullohi
Wabarokhatu
